Senin, 14 April 2014
MEDIA TUTORIAL-Membuat animasi gambar gerak dengan Photoshop
MEDIA TUTORIAL-Membuat animasi gambar gerak dengan Photoshop
Read More ->>
Selasa, 01 April 2014
IBU
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.
Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.
Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.
Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.
Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.
Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.
Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.
Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.
Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.
Senin, 31 Maret 2014
Berita Terkait
Suara.com - Malaysian Association of China Students Alumni (MACSA) mendesak pemerintah tak membiarkan aksi mengutuk Malaysia terjadi terus menerus terkait tragedi Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370.
Presiden MACSA, Adam Huang, menilai tidak ada gunanya ‘menyerang’ Malaysia dengan kritik yang tidak perlu karena hanya akan membuat hubungan kedua negara semakin tegang.
“Kami akan meminta mereka untuk mengekspresikan emosi dan kesedihan dengan cara yang rasional, bukannya demonstrasi di jalan,” kata Huang.
Huang mengatakan MACSA ingin memfasilitasi komunikasi antara anggota pemerintah dan keluarga dari 153 penumpang MH370 asal Cina.
Pada kesempatan itu, asosiasi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban MH370.
Mereka setuju bila Malaysia harus lebih banyak berkomunikasi dengan keluarga korban.
“Kami memiliki hak untuk tahu fakta-fakta, tapi kami tidak berhak untuk memprovokasi kebencian terhadap Malaysia,” kata Hang.
Pada tanggal 25 Maret 2015, menyusul pengumuman Perdana Menteri Malaysia yang menyatakan penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia bagian selatan, sekitar 200 anggota keluarga menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Malaysia di Beijing.
Aksi itu sempat diwarnai bentrok dengan petugas pengamanan kedubes. Mereka menuduh Malaysia menyembunyikan kebenaran atas tragedi MH370. (Asiaone)
Langganan:
Komentar (Atom)
tidak ada kata menyerah untuk menghadapi dunia yg penuh dengan kekejaman dalam bertahan hidup..
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan m...
-
MEDIA TUTORIAL-Membuat animasi gambar gerak dengan Photoshop
-
0 share Share on Facebook Share on Twitter Keluarga korban MH 370 menggelar aksi unjuk rasa di depan hotel Lido, Beiji...
-
mp3


![Keluarga korban MH 370 menggelar aksi unjuk rasa di depan hotel Lido, Beijing [Reuters/Jason Lee]](http://suara.com/media/2014/03/2014-03-29T032532Z_329943539_GM1EA3T0VIE01_RTRMADP_3_MALAYSIA-AIRLINES-e1396089041295-846x475.jpg)